Selamat Datang di Zimantartili
Home » » Kutbah Idul Adha

Kutbah Idul Adha

Written By syaiful rohman on Sabtu, 04 Oktober 2014 | 01.33



Oleh : Ust. Syaiful Rohman
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
 اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَر
 الْحَمدُ لله كَثيْرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً ، لَهُ الْحَمْدُ جَلَّ وَعَلاَ عَلىَ نَعْمَائِهِ ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلىَ سَرَّائِهِ ، وَلَهُ الصَّبْرُ عَلىَ مَا قَضَى مِنْ بَلاَئِهِ ، وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، نَبِيُّهُ الْمُصْطَفَى ، وَرَسُوْلُهُ الْمُجْتَبَى ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأصَحَابِهِ أجْمَعِيْنَ ، أمَّا بَعْدُ ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وإيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ ، وَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَخَابَ مَنْ طَغَى . قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Sidang Idul Adha Rahimakumullah

 
Sebelumnya marilah kita bersama-sama meningkatkan rasa Taqwa kita kepada Alloh SWT, dengan taqwa yang sesungguh nya, ya’ni melaksanakan segala perintah-perintah Alloh, dan menjauhi segala larangan-larangan Nya, karena dengan taqwa, InsyaAlloh kita bisa selamat dunia khatal akhiroh Amin.
Sidang Idul Adha Rahimakumullah
Alhamdulillah dikesempatan pagi yang cerah ini, kita  semua masih diberikan rohmat oleh Alloh, di berikan kesehatan jasmani dan rohani, sehingga kita semua masih bisa berkumpul dan berbondong-bondong menuju masjid al-mawadah ini, guna untuk melaksanakan ibadah solat idul adha yang kila lakukan setiap setahun sekali.
Allahu Akbar2 Walillahilhamd
Perayaan Idul Adha atau Hari raya  Qurban adalah dimaksudkan untuk mengenang dan meneladani pengurbanan Ibrahim dan kesabaran Ismail as menghadapi ujian terbesar kenabian, dan mereka berhasil melampaui ujian ini sehingga menjadi orang-orang yang benar-benar berserah diri hanya kepada Allah SWT.
Al-Qur’an surat as-Shafat, ayat 100-107, dengan ungkapan dan kalimat yang jelas menceritakan peristiwa penyembelihan anak oleh bapaknya, penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim AS.
Surat as-Shafat, ayat 100 dan 101, Allah SWT berfirman,
          ُ حَلِيم بِغَُلامٍ  فَبَشَّرْنَاه , الصَّالِحِينَ مِنَ لِي هَب رَبِّ
Artinya: "Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh , Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat penyantun (Ismail as)”

Allahu Akbar2 Walillahilhamd
Beberapa riwayat menjelaskan, bahwa ketika Ibrahim sudah berada di puncak tugas kenabiannya, ia merasa sudah semakin tua, semakin kesepian dan sangat ingin mempunyai keturunan. Usia Ibrahim sudah lebih dari seratus tahun, sementara  isterinya tidak dapat memberikan keturunan atau mandul. Karena itu meskipun Ibrahim sangat ingin mempunyai anak, tapi ia tidak terlalu berharap. Tapi atas kemurahan-Nya, Allah SWT akhirnya memberikan khabar gembira kepada Ibrahim sebagai ganjaran atas kerja kerasnya, waktu dan penderitaan dalam perjuangan selama menyampaikan ajaran Islam. Allah mengaruniai seorang anak yang bernama (Ismail) dari seorang hamba sahaya (budak) perempuan yang dimiliki Sarah, bernama Hajar.  Hajar adalah, Seorang budak yang sangat miskin, sangat sederhana dan tidak cukup terhormat, atau tidak memiliki daya tarik yang dapat menimbulkan kecemburuan dalam hati Sarah, istri Ibrahim. Karena itu Sarah tidak keberatan kalau pembantunya itu diperistri oleh Ibrahim, yang kemudian memberikan keturunan, yaitu Ismail AS.
Ismail tidak hanya sekedar seorang anak untuk bapaknya, tapi buah hati yang sudah didambahkan sepanjang hidup, dan imbalan bagi kehidupan yang penuh perjuangan. Sebagai anak tunggal, Ismail, adalah anak yang sangat dicintai oleh seorang bapak yang sudah tua renta , yang sudah bertahun-tahun menanggung penderitaan. Karena saking cintanya, Ibrahim sampai-sampai menganggap Ismail sebagai saudara kandung yang hidup dengan dirinya sebagai seorang petani tua yang hidup di gurun pasir yang tandus.
Karena itu Ismail bagi Ibrahim tidak seperti anak pada umumnya; karena bapaknya telah merindukan kehadirannya selama seratus tahun; karena kelahirannya tidak diduga-duga oleh bapaknya. Ismail tumbuh bagaikan sebatang pohon yang kuat, mendatangkan kegairahan dan kebahagiaan dalam kehidupan Ibrahim. Ismail adalah cinta sekaligus harapan dan masa depan Ibrahim sekaligus keluarganya.

Allahu Akbar2 Walillahilhamd
Di tengah kebahagiaan seperti itu turunlah wahyu, “Wahai Ibrahim! Taruhlah sebilah pisau di leher anakmu dan sembelihlah dia dengan tanganmu sendiri”. Seperti difirmankan dalam surat as-Shafat ayat 102,
                             أَنِّي أَذْبَحُكَ  الْمَنَامِ فِي  أَرَى إِنِّي  بُنَيَّ      يَا قَالَ   السَّعْيَ مَعَهُ       بَلَغَ  فَلَمَّا
الصَّابِرِينَ مِنَ  اللَّهُ  شَاء  إِن  سَتَجِدُنِي , تُؤْمَرُ  مَا  افْعَلْ  أَبَتِ  يَا قَالَ , تَرَى مَاذَا فَانظُرْ
Artinya: “Maka tatkala anak itu sampaipada usia muda, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ismail menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (102)
Dapatkah kita membayangkan betapa terguncangnya Ibrahim, dengan turunnya perintah itu; ia merasakan penderitaan, sakit dan pedih yang luar biasa kalau sampai harus mengurbankan anaknya sendiri, anak satu-satunya. Ibrahim goyah dan hampir-hampir roboh tidak sanggup menghadapi tugas kenabian yang teramat berat ini.
Ibrahim yang sepanjang sejarah perjuangannya dikenal sebagai hamba Allah yang paling setia, pahlawan yang tangguh dalam mengahadapi segala rintangan dan selalu berhasil dalam melaksanakan tanggung jawabnya, sekarang dihadapkan dengan perang melawan dirinya sendiri. Ibrahim dihadapkan pada konflik batin untuk memilih antara Allah atau dirinya?
Menjadi seorang Nabi atau Bapak? Hidup hanya untuk hidup atau hidup demi tujuan? Memilih Allah atau Ismailnya? Ibrahim dihadapkan pada pilihan yang benar-benar teramat sulit.

Sidang Idul Adha Rahimakumullah
Ibrahim akhirnya mengambil keputusan tepat, dengan bulat hati menyembelih putranya atas perintah Allah SWT, sebagaimana difirmankan dalam surat as-Shafat ayat 103-107
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيم قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي
الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبََلاء الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
Artinya: Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata , Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “
Konflik batin yang dialami Ibrahim, menggambarkan kelemahan mendasar Ibrahim adalah perasaan cintaannya kepada Ismail yang berlebihan. Inilah yang menyebabkan kebimbangan antara kecintaannya kepada Ismail atau mengurbankannya untuk meraih cinta Tuhan. Perasaan cinta terhadap dunia secara berlebihan inilah yang juga merupakan titik lemah iman kita. Yang menyebabkan kita serakah terhadap dunia dan enggan berkurban.

Allahu Akbar2 Walillahilhamd
Lalu! Siapa atau apa yang menjadi Ismai kita sekarang? Jabatan, kehormatan, atau profesi kita? Tabungan kita, rumah, kendaraan mewah, keluarga kita, pakaian kita atau bahkan diri kita sendiri? Yang harus kita kurbankan adalah segala sesuatu yang melemahkan iman kita dan meghalangi kita untuk mendengarkan, mengamalkan dan berpihak kepada Allah.                                                                                  
Perayaan Idul Qurban adalah mementum penyadaran atas ego dan kecintaan kita terhadap dunia. Kita kembalikan semuanya kepada Allah, sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya kita semua kembali.

Sidang Idul Adha Rahimakumullah
Oleh sebab itu marilah kita bersama-sama berdo’a meminta dan memohon kepada Alloh, mudah-mudahan kita semua senantiasa diberi rohmat, taufiq, hidayah, inayah dan ma’unah Nya, sehingga kita masih di beri umur panjang, di beri harta yang melimpah, di beri kekuatan jasmani dan rohani, yang apabila di tahun ini kita masih belum bisa menyembelih qurban, sehingga di tahun-tahun yang akan datang dengan ridlo Alloh kita bisa melaksanakan penyembelihan qurdan, sebagai rasa cinta kita kepada Alloh, yang akhirnya kita menjadi manusia yang khusnul khotimah, Amin.. Yarobal Alamin.
أعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم.  واذكرو ا الله فى أياّم معدودات. فمن تعجّل فى يومين فلا اثم عليه. ومن تأخّر فلا اثم عليه لمن اتّقى. واتّقوا الله واعلموا أنّكم إليه يخشرون. بارك الله لى ولكم فى القر آن العظيم ونفعنى واياّكم بما فيه من ا لأ يات والذّكر الحكيم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين
II

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَر
الحمدلله الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على دين كله ولو كره الكافرون
اشهد ان لااله الاالله وحده لاشريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. امابعد !
فياايهاالناس اتقوالله, إن الله امركم بأمر بداء بنفسه وثنى بملائكته وأيه بالمؤمنين من عباده, فقال تعالى فى كتابه العظيم, إن الله وملائكته يصلون على النبى ياايهاالذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما, اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه وعلى اربعة الخلفاءالراشدين سيدنا ابى بكر وعمر وعثمان وعلي والتابعين وتابع التابعين ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين برحمتك ياارحم الراحمين
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات ياقضي الحاجات,            
اللهم يسر لنا زيارة مكة والمدينة والمسجد المبارك وارزقنا السلامة والعافية بجاه سيدنا محمد صلي الله عليه وسلم    
اللهم الف بين قلوبنا واصلح دات بيننا واهدناالسبل السلام ونجنا من الظلمات الى النوروجنبنا فواخش ماظهر وما بطن وبارك لنا
فى اسما ئنا وابصارنا وقلوبنا وازواجنا وذرياتنا وتلاميذنا وتب علينا انك انت التواب الرحيم.  
ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذابالنار.
عبادالله, إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحساء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون, فاذكروالله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكرالله أكبر
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Minggu 05 Okt 2014
Di Masjid Almawadah
Bengkulu
Link : 
http://zimantartili.blogspot.com/2014/10/kutbah-idul-adha.html
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !